Your browser (Internet Explorer 6) is out of date. It has known security flaws and may not display all features of this and other websites. Learn how to update your browser.
X
Image

Photo: Panti Asuhan Sayap Ibu – Pagi Berbagi

Photo: Panti Asuhan Sayap Ibu – Pagi Berbagi

Post

3 Hari Di Malang

Cerita perjalanan ini sebenarnya sudah masuk di draft hanya saja masih malas untuk melengkapi cerita perjalanannya :D

Dimulai rencana sebulan sebelumnya, sekitar tanggal 23 November. Memang sudah direncanakan akan melakukan perjalanan pada 23 Desember dengan beberapa alasan khusus dan menggembel alias sebagai backpacker. Tapi kenyataannya ketika beberapa hari sebelum tanggal tersebut, ada beberapa project dibatalkan. Jadinya rencana perjalanan backpack ini, tidak hanya untuk alasan khusus tadi, tapi juga refreshing dari urusan kerjaan.t

Dimulai dari 23 petang, setelah magrib langsung menuju Sta. Lempuyangan. Pada awalnya hanya untuk cek ketersediaan tiket, karena untuk kereta ekonomi sekarang ini telah mendapatkan kursi sendiri sendiri. Rencana minta diantar teman menuju stasiun, tapi karna hanya untuk cek tiket, berangkatlah sendiri tapi sudah membawa tas.

Ternyata dugaan awal benar, saat itu menjelang Natal sehingga antrian lumayan banyak. Setelah mengantri beberapa lama, ternyata kereta yang langsung ke Malang belum ada perjalanan lagi malam itu. Inisiatif langsung pesan tiket menuju Surabaya, tujuan Sta. Gubeng. Dan sialnya lagi, kereta baru berangkat sekitar pukul 11 malam, jadi lebih dari 4 jam menunggu di stasiun. FYI, ini perjalanan seorang diri :D

Sambil menunggu jam 11, saya telp Ibunda untuk pamit. Karna sebenarnya memang belum pamit kalau mau ke luar kota :D

Rencana awal, harus bisa tidur di kereta, karna paginya bakal muter muter kota Malang, termasuk menuju Batu. Tapi emang nasib, untuk ‘selonjor’ pun ga bisa, penumpang kanan dan depan saya pada seenaknya numpangin kaki di sebelah saya. Akhirnya sampai Sta. Gubeng menjelang subuh, dan bingung kudu nyari tiket ke Malang disebelah mana. Ternyata Sta. Gubeng sudah direnovasi jadi sedikit pangling. Setelah tanya sana sini, harus menunggu sampai jam 4 untuk pesan tiket ke Malang. Sambil menunggu, muterin didalam stasiun buat nyari colokan listrik.

Dalam perjalanan ke Malang, saya buka lagi bookmark di browser ponsel untuk memastikan penginapan di Malang. Rencana awal begitu sampai Malang langsung muter muter kota, lalu lanjut ke Batu dan cari penginapan disana. Tapi karna semalaman belum tidur, terpaksa cari penginapan di sekitar Sta. Kota Baru Malang. Oh ya, thanks buat @frzlt dan @_supermomo yang udah bantuin kasih info penginapannya :D

Ternyata memang penginapan disana penuh semua. Setelah muterin kota hampir 4 jam jalan kaki, dapat juga penginapan yang lumayan lah. Uniknya untuk kamar yg double bed dengan tambahan sabun dan air panas, hanya selisih 5 ribu dengan yang single bed tanpa sabun dan air panas. Rencana mampir ke rumah opa @hendrogun juga batal, waktunya saling ga tepat. Dan ga disangka, seorang sahabat dekat yang kini tinggal di Sidoarjo, dengan motornya ‘nyamperin’ ke Malang di malam Natal. Padahal dia seharusnya merayakan Natal bersama keluarganya :(

Malam minggu itu dihabiskan muter muter kota Malang lalu nongkrong di alun alunnya. Lewat tengah malam baru kembali ke hotel dan bingung memikirkan waktu untuk pulang ke Jogja. Bagaimanapun juga minggu malam harus sudah berada di Jogja. Diputuskan saya dan teman saya menuju Surabaya dulu dengan motor, lalu berangkat ke Jogja pakai kereta. Paginya buru buru pesan tiket ke Sta. Kota Baru, supaya di Sta. Gubeng ga perlu ribet lagi antri tiket. Karena badan juga udah terlalu capek, dan seninnya harus aktifitas yang lumayan padet, kereta eksekutif jadi pilihannya :D

Next trip ke Malang, udah janji bakal sungkem sama opa @hendrogun sama muterin Batu dan nyebrang ke pulau Sempu ;)

Video

Chicken Ala Carte

Image

Photo: Nyanyian Dharma Concert Part 2

Photo: Nyanyian Dharma Concert Part 2

Image

Photo: Nyanyian Dharma Concert Part 1

Photo: Nyanyian Dharma Concert Part 1

Image

Photo: Henrik

Photo: Henrik

Post

Namanya Henrik

Tepatnya 4 Januari lalu resmi mengadosi Henrik, orangutan berumur 1,5 tahun. Terima kasih buat bantuan mbak Ajeng @misskepik untuk menghubungkan dengan The Borneo Orangutan Survival Foundation. Sementara ini saya mengadopsi untuk 6 bulan lamanya dan semoga dapat berlanjut untuk seterusnya. Ada keinginan juga untuk menemui Henrik, tapi kata mbak Ajeng, pengadopsi ga diperbolehkan kecuali voluteer. Dan untuk bisa jadi volunteer, minimal harus stay 3 bulan disana. Sedikit cerita tentang Henrik, dia ditemukan dihutan yang saat itu ditinggalkan oleh induknya dan hampir di gigit oleh anjing pemburu.

Big Thanks to @misskepik and @tassianinski :)

Image

Photo: Gadis Kecil Penjual Bensin

Photo: Gadis Kecil Penjual Bensin

Video

Video: New Year 2012

Big Thanks to  @bepitulaz, @rakaafifuddin, @cak_ipho, @mahda, @missugarika

Post

Mumpung Masih Punya Kaki dan Tangan

Beberapa hari lalu ketika berkunjung ke kosan teman di daerah Maguwo, tidak sengaja juga bertemu dengan Ibu penjaga kosan itu. Ternyata Ibu itu termasuk orang yang supel dan enak diajak ngobrol. Akhirnya aku dan 2 teman lagi, ngobrol ngobrol di balkon kos lantai 2. Ketika sedang asik ngobrol, Ibu kos nyamperin ke balkon untuk bersih bersih disitu. Dan ternyata juga diajakin ngobrol oleh beliau.

Setelah ngobrol ngalor ngidul, akhirnya kami pulang. Di garasi kosan ketemu dengan Ibu penjaga kos lagi yang sedang mengeluarkan sepedanya dari garasi, dan ternyata beliau memang udah bersiap untuk pulang. FYI, Ibu penjaga kos tidak menginap disana. Digarasipun sempat ngobrol sebentar, dan dengan basa basi saya tanya rumahnya. Beliau menjawab disuatu tempat yang ternyata lumayan jauh jaraknya dari tempat kos itu.

“Wah jauh juga ya bu kalo naik sepeda kesini”, “Ya namanya juga nyariin makan buat anak, mas.” “Mumpung masih punya kaki dan tangan, ya dibuat kerja, mas”

Ibu itu juga berkata, mending kerja kayak gini daripada minta minta di jalan. Lebih halal dan ada usahanya, kata beliau sambil tersenyum dan pamit pulang.

Benar juga kata Ibu itu, ga pernah kebayang dipikiran, kata kata Ibu itu sebelumnya. Bersyukur masih punya tangan dan kaki, masih bisa berdiri dan jalan. Masih hidup dalam kecukupan, dan masih bisa untuk bersujud :)