Your browser (Internet Explorer 6) is out of date. It has known security flaws and may not display all features of this and other websites. Learn how to update your browser.
X
Post

Ibuku

Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

Petikan lirik lagu Bunda yang terdengar pertama kali dari Radio @pamityang2an tengah malam ini benar benar membuatku trenyuh. Ya, tepat hari ini tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu. Semakin sadar bahwa terlalu banyak kebaikan Ibu yang tidak ternilai harganya. Semakin sadar juga betapa banyak dosaku terhadap Ibu selama ini. Teringat jika Ibu sedang bercerita tentangku dan kakakku, kadang sampai menetes air mata bahagia dari beliau.

Bagaimana susahnya membimbing kami anak anaknya yang saat itu susah diatur, bahkan sampai sekarangpun. Bagaimana menuntunku berjalan. Dengan sabar dan telaten mengajarkanku untuk dapat berbicara, yang memang pada saat itu aku termasuk balita yang telat untuk dapat ngomong. Teringat bagaimana Ibu dengan sabar menemaniku belajar dan membimbingku tiap malam.

Dan masih banyak kebaikan lainnya yang terlalu banyak untuk diungkapkan..

Selamat Hari Ibu, Mam..

Tidak ada orang penting tanpa lahir dari seorang ibu. Ibu adalah segala-galanya

Image

Photo: Orang Utan

Photo: Orang Utan

Sumber:  Bigpicture boston.com

Post

#SaveOrangutans

Jumat kemarin diajakin ikut serta buzzing tentang #SaveOrangutans yang intinya dukungan untuk menyelamatkan populasi orangutan dari pembantaian yang akhir akhir ini ramai diberitakan. Dalam buzzing tersebut berisi tweet tentang bukti dan fakta berita pembantaian orangutan oleh pihak perusahaan sawit dan warga sekitar perkebunan sawit di daerah Kalimantan.

Selalu kalau untuk aksi sosial, saya mau ikut serta. Tapi sebelum mengiyakan ajakan buzzing, berpikir untuk ikut mengadopsi orangutan karna saya juga tidak mau hanya berkoar koar di twitter, sedangkan tidak ada tindakan nyata. IMHO, lebih baik tindakan nyata daripada sekedar menjadi aktivis di dunia maya :)

Bahasan tentang adopsi orangutan ini sempat dibicarakan oleh kami. Saya, @dianparamita dan @argamoja. Tapi memang saat itu hanya sekedar rencana. Setelah buzzing kemarin dan tadi malam (sabtu 17, Desember), niat untuk adopsi harus benar benar terealisasi. Rencana sih patungan bareng teman teman lain, walaupun tidak bisa berharap banyak juga. Ternyata rencana ini disambut antusias oleh @tassianinski dan di dukung oleh mbak Ajeng @misskepik. FYI, mbak Ajeng salah satu yang telah mengadopsi orangutan :)

Beberapa tweet sayapun direspon oleh kakak kandung saya @er3n yang kemudian saya ajak ikut serta didalamnya. Rencana awal tahun akan kami mulai untuk mengadopsi. Sampai saat itu, saya masih menunggu teman teman lain untuk ikut serta bersama mengadopsi orangutan. Lebih banyak yang membantu tentu lebih lama juga kita dapat mempertahankan populasi orangutan.

Untuk yang ingin tahu lebih lanjut informasi tentang adopsi orangutan, bisa cek di http://www.orangutan.or.id/subcontent-11-14.html

Post

Cerita Angkringan

Sebenarnya cerita ini udah cukup lama sekitar beberapa bulan yang lalu, cuma baru teringat lagi tadi malam. Sore itu ketika sedang bantuin teman cariin tempat kos untuk adeknya di seputaran UMY. Kebetulan di deket calon tempat kos, ada angkringan yang letaknya di pinggir ringroad barat, maksudnya sambil nunggu adek temen kelar ospek, saya dan teman ngeteh-ngeteh dulu disana.

Ternyata penjualnya ibu-ibu dan enak diajakin ngobrol. Setelah ngobrol panjang lebar, akhirnya si Ibu cerita tentang salah satu anak perempuannya. Anak perempuannya yang sekarang ini hampir seumuran saya, ternyata bukanlah anak kandung beliau. FYI, ibu penjual angkringan ini single parent

Anak perempuan itu ketika habis lahir dititipkan ke ibu angkringan itu karna sang ibu kandungnya ga mau dan malu untuk merawatnya. Ceritanya, itu bayi hasil hubungan gelap dengan pacar si ibu kandung, dan laki nya tidak mau untuk bertanggung jawab. Karena tidak ingin digugurkan, akhirnya diputuskan untuk dilahirkan dan kemudian dititipkan.

Si ibu kandung ini salah satu mahasiswi PT di Jogja yang kebetulan Ibu angkringan ini penjaga kosnya. Jadi diberikannya orok itu kepada Ibu angkringan. Setelah belasan tahun dibesarkan, tiba tiba ibu kandungnya kembali dan ingin meminta anaknya kembali yang kini sudah cantik jelita dan ingin membayar ganti rugi. Maklum, anak perempuan itu dari bibit unggul :p

Sang ibu kandung ingin membawanya ke Spore, karna memang sekarang sudah tinggal disana. Dengan tegas ditolak oleh Ibu angkringan. Ibu angkringan sudah menganggap anak perempuan itu anaknya sendiri, tidak dibeda bedakan dengan anaknya yang lain, sama sama menyusui dari Ibu yang sama. Dan sekarang dengan gampangnya ingin di ambil begitu saja.

Dari cerita Ibu angkringan, secara fisik memang beliau dengan anak perempuan itu berbeda jauh. Anak perempuan itu putih dan cantik, sedangkan Ibu angkringan lebih mirip ibu-ibu pasar. Bukan maksud menyinggung :)

Tidak bisa dibayangkan seorang Ibu single parent dengan ekonomi pas-pas an mau dengan ikhlas merawat seorang bayi, menyusui, membesarkan dan menyekolahkan layaknya anak sendiri. Subhanallah :)

Post

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!