Month: November 2014

NOKNjam X Farid Stevy

Begitu tau bakal ada NOKN edisi Farid Stevy, langsung DM Bayu untuk booking, karna NOKNJam X Farid Stevy ini limited hanya 65 set saja. Dan semua keuntungan dari penjualan ini akan digunakan untuk membuat 100 tas sekolah yang akan diberikan kepada 100 anak SD dari keluarga kurang mampu.

Ngomongin tentang NOKNBag sama saja ngomongin tentang inovasi, dan ngomongin tentang Farid Stevy berarti ngomongin tentang karya seni. Sekali lagi saya tertarik dengan custom patches-nya.

patches-1024x482

Patches

Oh ya, dan saya beruntung mendapatkan NOKJam urutan ke 3 😀

photo 3

Bagi yang penasaran, silahkan cek langsung ke TKP

Yogyakarta Berhenti Nyaman (?)

Sebagai orang Jogja, saya mungkin cukup heran dengan postingan di social media mengenai beberapa berita yang mungkin negatif tentang Jogja.  Mulai dari hashtag atau tagline “Jogja Ora Di Dol”, yang awalnya merupakan bentuk protes tentang pembangunan yang bisa di bilang sangat pesat di Jogja. Mulai dari banyaknya Mall, Hotel dan Apartment yang secara langsung berimbas pada macetnya jalanan di Jogja. Belum selesai perkara hotel, beberapa bulan lalu dan baru baru ini muncul tagline “Jogja Asat” yang sampai dibuat mural di Jembatan Kewek pada 2 Oktober lalu yang konon sekarang sudah dihapus.

Sepertinya ini bentuk protes atas kegelisahan warga kota yang kekeringan air sebagai dampak banyaknya pembangunan Hotel dan Mall di kota Jogja. Pasalnya, banyaknya pembangunan ini membuat air tanah di kota Jogja semakin menurun dan surut.

Continue reading

Sekelumit Cerita Buruh Rokok Hingga Petani di Negeri Tembakau

Sekitar bulan September lalu, tiba tiba mendapat tawaran dari Komunitas Kretek untuk mengikuti serangkaian acara #WisataKretek yang sebenarnya juga dalam rangka memperingati Hari Kretek yang jatuh pada tanggal 3 Oktober. Wah cocok ini pikir saya, bisa sekalian piknik juga. Selama 4 hari itu dikenalkan mengenai kretek, mulai dari penanaman, produksi hinggal beberapa hal di yang berkaitan dengan petani tembakai di Temanggung dan buruh pabriknya di daerah Kudus.

Tapi disini ada hal yang membuat saya tertarik, lebih mengenai cerita dari para buruh pabrik rokok di Kudus dan para petani tembakau di Temanggung. Mulai dari perihal gambar seram yang ada di bungkus rokok, yang banyak menuai protes bukan hanya konsumen, tapi parah buruh pabrik yang menggantungkan hidup mereka dari sini.

Continue reading

© 2017 Sekedar Catatan

Theme by Anders NorenUp ↑