Month: December 2014

Makeup Challenge, bagaimana menjadi zombie dengan bahan sederhana.

3

Booth kreatifitas yang berada di Taman Budaya Yogyakarta dalam serangkaian acara kolaborasi Lingkar Alumni Indie Movie dengan  Jogja NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2014 , selalu diwarnai hal baru. Sehari sebelumnya diisi dengan casting challenge, pada hari ini (3/12/14) , ada Make up challenge dan diisi oleh departement art , crew film Urbanis Apartementus .

Dalam produksi film, makeup menjadi bagian dari departement art yang cenderung dikesampingkan , apalagi dalam film pendek. Dengan alasan, yang di capture dalam film adalah kegiatan-kegiatan nyata dan berada di sekitar kita , sehingga pembuat film ingin terkesan natural . Padahal, pada kenyataanya makeup harus mampu membantu divisi art untuk menghidupkan sebuah karakter di dalam visual.

Menjawab permasalahan dari hampir setiap produksi film alternatif berbudget murah, yakni disisi makeup , Makeup challenge ini memanfaatkan makeup murah dan sangat mudah didapatkan . Tinggal bagaimana cara menggunakannya saja.

Continue reading

LA Light Meet The Labels 2014

13 Desember 2014, program Meet the Labels telah rampung dilaksanakan. Puncak Kegiatan yang berlokasi di Yogyakarta dan Solo ini diikuti oleh 12 peserta yang telah tersaring dari ribuan peserta audisi dan bersaing untuk final .
Lolos tahap pertama dari sekian banyak pendaftar, tidak membuat kompetisi melonggar persaingannya, justru semakin seru karena keduabelas finalis diwajibkan untuk mengikuti tantangan “Siap Jadi Musisi Beken”, sebelum berangkat ke Yogyakarta guna mengikuti final.
Tantangan “Siap jadi Musisi Beken” yakni, finalis harus mendaftarkan satu akun twitter sebagai perwakilan dari tim/duo/solois , yang selanjutnya akun tersebut mengabarkan tentang diri masing-masing dan menanti dukungan rekan-rekan dari banyaknya jumlah retweet . Pemenang tantangan akan diumumkan pada 12 Desember 2014 .

f31cd73de33d7e871b3c953f6953d2b1

Continue reading

Sejarah John Doe

Pernah lihat tulisan “John Doe” di sebuah website? Biasanya kata “John Doe” dipakai sebagai nama pada contoh website atau dummy website, misal “Hey, I’m John Doe. A Web Developer blablabla”. Mungkin hampir sama fungsinya dengan lorem ipsum yang juga banyak dipakai sebagai dummy website.

Padahal John Doe bukanlah nama seorang pengembang web ataupun seorang yang berpengaruh di bidang website. Sebenarnya nama John Doe sendiri dipakai di Amerika bagi seseorang yang tidak dikenal identitasnya. Jika pria diberi inisial John Doe, sedangkan wanita dengan inisial nama Jane Doe, dan jika masih bayi diberi inisial nama Baby Doe.

Sedangkan asal mula nama John Doe sendiri berasal dari peristiwa pembunuhan Presiden Amerika, McKinley pada 6 September 1901. Pembunuhnya bernama Leon F. Czolgosz yang sehari sebelum pembunuhan, dia menginap di Riggs House Hotel. Dan di hotel tersebut, dia menggunakan nama samaran John Doe.

Dan sampai sekarang, tiap orang yang belum dikenal identitasnya, orang Amerika menyebutnya dengan John Doe.

Lingkar Alumni Indie Movie , turut berpartisipasi dalam Jogja Netpac Asian Film Festival 2014

2

Seperti semangat yang diusung oleh Lingkar Alumni Indie Movie, untuk selalu menggerakkan calon generasi baru  perfilman indonesia, melalui workshop dan keterlibatan-keterlibatan dalam berbagai macam giat-giat perfilman secara intensif . Setelah Movie day, alumni-alumninya berkesempatan untuk turut andil dalam Indiemovie goes to cinema .

Lingkar Alumni Indie Movie goes to cinema, diawali dengan pembuatan film “Isyarat” pada 2013 , dan dilanjutkan dengan produksi “Urbanus Apartementus” oleh angkatan selanjutnya . Sebagai bentuk nyata , memberikan sumbangsih bagi perkembangan film Indonesia.

Continue reading

Pemutaran Urbanis Apartementus dan reuni Lingkar Alumni Indie Movie

a

Setelah diputar di Bali International Film Festival (Balinale 2014) , beberapa bulan yang lalu, kali ini Urbanis Apartementus kembali dipertontonkan pada masyarakat luas. Bekerjasama dengan Jogja NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2014, pada 4 desember 2014, Urbanis Apartementus lolos sebagai karya dalam slot program Special screening. Dalam kurun waktu berturut turut dua tahun terakhir ini, Lingkar Alumni LAIM dan JAFF aktif bekerjasama. Debut film perdana alumni LAIM di tahun lalu yang berjudul  Isyarat , dan merupakan film omnibus juga menjadi bagian dari program di JAFF 2013.

JAFF, merupakan festival film alternatif yang berlokasi di Yogyakarta , digagas semenjak 9 tahun yang lalu dan rutin diadakan setiap tahunnya. Mengkhususkan diri pada perkembangan film alternatif di Asia . Dan menjadi salah satu lokasi reuni filmmaker film alternatif setiap tahunnya.

Continue reading

© 2018 Sekedar Catatan

Theme by Anders NorenUp ↑