a

Setelah diputar di Bali International Film Festival (Balinale 2014) , beberapa bulan yang lalu, kali ini Urbanis Apartementus kembali dipertontonkan pada masyarakat luas. Bekerjasama dengan Jogja NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2014, pada 4 desember 2014, Urbanis Apartementus lolos sebagai karya dalam slot program Special screening. Dalam kurun waktu berturut turut dua tahun terakhir ini, Lingkar Alumni LAIM dan JAFF aktif bekerjasama. Debut film perdana alumni LAIM di tahun lalu yang berjudul  Isyarat , dan merupakan film omnibus juga menjadi bagian dari program di JAFF 2013.

JAFF, merupakan festival film alternatif yang berlokasi di Yogyakarta , digagas semenjak 9 tahun yang lalu dan rutin diadakan setiap tahunnya. Mengkhususkan diri pada perkembangan film alternatif di Asia . Dan menjadi salah satu lokasi reuni filmmaker film alternatif setiap tahunnya.

Tema Perempuan menjadi isu yang dibawa oleh JAFF tahun ini. dalam film Urbanus Apartementus, hal tersebut tak sedikit diulas. Dari kehidupan seorang nenek yang kurang diperhatikan oleh anaknya, seorang anak perempuan yang berprofesi menjadi DJ yang lari dari rumah karena keinginannya bermusik kurang didukung oleh keluarga, seorang perempuan penyanyi dangdut yang tertimpa stereotype tentang citra penyanyi dangdut saat ini, dan juga seorang wanita yang sedang terikat dengan obat obatan terlarang . Dan semua cerita itu hanya berbatas tembok dalam sebuah bangunan di area ibukota.

Pemutaran Urbanis Apartementus dimulai pukul 19.00 , berada di studio 5 Empire XXI Yogyakarta yang memiliki kapasitas tempat duduk 168 kursi. Sejak 30 menit sebelum pemutaran, lokasi sudah mulai dipadati oleh pegunjung. Tak sedikit yang mengantri tiket On The Spot.  Nampak pula para anggota Lingkar Alumni Indie Movie yang lain,dari berbagai kota dan kebanyakan dari angkatan Indie movie sebelumnya .

Film dengan empat sutradara angkatan Indie Movie 2013 hasil dari godokan workshop cinemacamp ini , berhasil memikat penonton Yogyakarta, terbukti dengan jumlah penonton yang membludak hingga 260 orang , bahkan sampai lesehan di tangga dan di depan layar . Sesi tanya jawab seusai pemutaran film juga mendapat antusiasme yang sangat tinggi.

Dimas Prasetyo , mengungkapkan bahwa dia sangat bangga dengan hasil dan respon penonton. Proses pembuatan film selama 8 bulan dan cukup melelahkan ini terbayar lunas , semoga nantinya bisa mengerjakan film yang lebih baik lagi serta film Urbanis Apartementus dapat bertemu dengan penonton di setiap kotanya.

Dihadiri lengkap oleh empat sutradara, beberapa crew dan cast , pemutaran Urbanis Apartementus ditutup dengan berfoto bersama .