Author: bernadsatriani (page 1 of 4)

Tentang Website Djakarta Warehouse Project Palsu

Beberapa saat lalu, di timeline Twitter saya muncul berita dari akun @detikcom yang berjudul “Polisi Tangkap Pemalsu Website Djakarta Warehouse Project“. Penasaran, saya coba baca artikelnya dan coba telusuri website palsu yang beralamat di http://dwp2016.com.

Singkat cerita, 1 pelaku tertangkap di Sulawesi Selatan dan konon 2 teman lainnya masih buron. Saya cek websitenya sendiripun, semua file web sudah terhapus dan menyisakan halaman “index of”

Setelah itu saya penasaran seperti apa rupa websitenya. Lalu saya telusuri cache-nya di Google.

Continue reading

Selain Raja Ampat, Ada Apa Lagi sih di Papua?

Sekilas muncul pesona keindahan alam di wilayah timur Indonesia yang jarang terjamah para wisatawan. Surga tersembunyi di timur Indonesia memang menyuguhkan pesona yang memukau, salah satunya Raja Ampat. Tapi pertimbangannya adalah untuk mencapai kesana tidaklah mudah. Selain jaraknya yang cukup jauh, biaya untuk bisa sampai kesana juga tidak murah. Untuk mewujudkannya, Anda harus giat mencari paket promo perjalanan dengan harga terjangkau.

Jangan khawatir Anda akan sulit menemukan paket perjalanan dengan harga terjangkau menggunakan moda transportasi udara menuju wilayah timur. Karena salah satu maskapai penerbangan seperti Sriwijaya Air sering menggalakan paket promo perjalanan. Untuk mendapatkan harga tiket pesawat Sriwijaya, Anda harus teliti dalam mencari dan memilih tiket pesawat Sriwijaya promo dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Jika paket promo perjalanan melalui Sriwijaya Air sudah teratasi, saatnya Anda mengemas barang bawaan untuk menunjang kebutuhan Anda selama berwisata ke wilayah timur Indonesia seperti ke Papua. Setelah Anda menginjakkan kaki di Bandar Udara Sentani, Papua, Anda harus persiapkan diri untuk menyambangi tempat-tempat yang mengagumkan di provinsi dengan wilayah terluas yaitu sekitar 21% dari luas Indonesia.

Beberapa daerah pedalaman Papua yang masih terisolir tak jarang menyembunyikan keindahan dan kekayaan alam yang tiada duanya. Hutan belantara, keindahan bawah laut, serta pegunungan yang dimiliki Papua tentu menjadi magnet utama bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara yang berbondong-bondong untuk menjelajahi pesona pulau yang juga dijuluki ‘surga yang hilang’ ini. Betapa julukan tersebut semakin menggugah ekspektasi menakjubkan Papua bagi para wisatawan.

Jika berbicara obyek wisata di Papua, tentu kebanyakan orang hanya mengingat pesona Raja Ampat yang mendunia. Tetapi siapa yang sangka, ternyata masih banyak obyek wisata lainnya di Papua dan tak kalah indah dibandingkan dengan Raja Ampat. Adapun destinasi wisata terbaik yang disuguhkan Papua selain Raja Ampat, diantaranya:

  1. Taman Nasional Lorentz
Sumber: kidnesia.com

Sumber: kidnesia.com

Bagi Anda yang ingin melihat gletser secara langsung, sangat disarankan untuk mengunjungi obyek wisata yang satu ini. Taman Nasional Lorentz namanya yang memiliki luas wilayah sekitar 2,4 hektare. Di Taman Nasional ini terdapat berbagai jenis satwa, beragam tipe vegetasi, serta memiliki ekosistem terlengkap se-Asia Pasifik. Selain itu, Taman Nasional Lorentz juga mengandung mineral dan lahan pertambangan dalam skala besar.

Sumber: pesolekhuruf.wordpress.com

Sumber: pesolekhuruf.wordpress.com

Taman yang dinobatkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia ini akan menyuguhkan Anda sebuah pemandangan alam berupa hutan belantara yang belum terjamah, gletser yang berada di wilayah tropis, pesona hutan bakau yang terbentang di kawasan pantai dengan akar yang tertata rapi di permukaan laut, serta sungai yang mengalir serupa air terjun membentuk sungai di bawah tanah.

  1. Danau Sentani
Sumber: travel.detik.com

Sumber: travel.detik.com

Dalam bahasa setempat, Sentani berarti di sini kami tinggal dengan damai. Arti kata ini sesuai dengan pesona magis yang dimiliki Danau Sentani karena menimbulkan perasaan damai bagi siapapun yang memandangnya. Berjarak kurang lebih 50 kilometer dari pusat kota Jayapura, akses menuju Danau Sentani terbilang cukup terjangkau. Danau Sentani merupakan danau terbesar di Papua.

 

Sumber: hipwee.com

Sumber: hipwee.com

Di Danau Sentani, para wisatawan akan disuguhkan oleh pemandangan jajaran pulau yang berada di tengah danau. Jumlahnya cukup banyak, yaitu 21 buah pulau kecil yang turut andil mempercantik suasana di danau ini. Disini, para wisatawan juga bisa menyewa sebuah perahu untuk menikmati keindahan tempat ini sambil menyusuri danau yang juga dikelilingi oleh pegunungan Cyclops disekitarnya.

  1. Pantai Bosnik
Sumber: pacepapushare.blogspot.co.id

Sumber: pacepapushare.blogspot.co.id

Pantai ini terletak di Biak, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat kota, Anda sudah bisa menginjakkan kaki di Pantai yang terkenal dengan pasir pantainya yang putih dan halus ini. Bagi Anda yang hobi snorkeling, Pantai Bosnik bisa menjadi salah satu tempat yang wajib Anda kunjungi. Keindahan taman bawah laut yang dimiliki pantai ini menyimpan keelokan terumbu karang dan hewan laut yang begitu cantik.

 

Sumber: wonderingsoul1.blogspot.co.id

Sumber: wonderingsoul1.blogspot.co.id

Selain menikmati keindahan taman bawah laut, Pantai Bosnik juga cocok bagi Anda yang hanya sekadar ingin berjemur, berenang, atau bermain pasir di pinggir pantai. Di tengah pantai juga terdapat sebuah dermaga berbentuk saung untuk Anda yang ingin bersantai memandang lautan lepas sambil menikmati segarnya kelapa muda. Harga sewa untuk satu buah saung sekitar Rp50.000 saja.

 

 

Lava Bantal, Wisata Geo Heritage di Sleman

Dengan mata ngantuk sambil nyetir perjalanan pulang ke Jogja, saya menyempatkan mengunjungi satu lokasi baru wisata yang sering saya lewati ketika menuju arah Prambanan / Klaten. Lava Bantal, tempat wisata yang lokasinya ada di daerah Berbah. Jalur ini sering saya lewati karena termasuk jalan tikus buat saya karena lebih sepi.

Continue reading

Sepotong Cerita Dari Negeri Di Atas Awan

Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kaubawa
Aku menuju kesana

Sepotong lirik lagu dari Katon Bagaskara yang memenangkan beberapa awards di tahun 1996, mengisahkan tentang sebuah negeri di atas awan. Alkisah (halah), ada sebuah dataran tinggi di Jawa Tengah, yang benar benar berada di atas awan, Dieng. Sekitar 2000 meter di atas permukaan laut, menjadikan Dieng sebagai dataran tertinggi kedua di dunia setelah Nepal. Bisa dibayangkan betapa dinginnya berada disana.

Sore itu, 5 Agustus. Seperti tahun tahun sebelumnya, saya menyempatkan diri untuk ke perhelatan akbar budaya Dieng Culture Festival. Ini adalah yang kali ke 7 Festival Dieng ini, saya sendiri mulai tiap tahun datang saat festival ke 3.

Senja di Dieng

Senja di Dieng

Jazz Atas Awan

DSCF1341

Jazz Atas Awan

Meskipun bukan beberapa penampil bukan dari kalangan musisi ber-genre Jazz, tapi Jazz Atas Awan ini cukup menghibur. Ada beberapa artis Ibu Kota seperti Anji Ex Drive, lalu ada Mus Mujiono. Dan beruntungnya, saat itu saya sempat berfoto sama beliau 😀

Tips untuk yang mau ke acara Jazz Atas Awan (tahun depan), jangan lupa siapin jaket tebal, kaos tangan, kaos/baju double, syal kalau perlu. Karena di malam hari suhu di sana bisa mencapai 0 derajat celcius. Oh ya, tips satu lagi, bawa pasangan!

Jazz Atas Awan

Jazz Atas Awan

Jazz Atas Awan

Jazz Atas Awan

DSCF1571

DSCF1564

DSCF1583

DSCF1287

 

Pesta Lampion Dan Kembang Api

Pesta Kembang Api sendiri ada di malam pertama dan kedua, dan untuk Pesta Lampion hanya ada di malam kedua (terakhir). Konon ada sekitar 3500-5000 lampion yang diterbangkan kemarin. Sangat disayangkan, proses pelepasan lampionnya kurang kompak, berbeda jauh dengan lampion saat Waisak di Borobudur.

DSCF1458

DSCF1653

Romantisme Pelepasan Lampion di Festival Dieng

DSCF1721-2

Pesta Lampion di Festival Dieng

DSCF1460

Ritual Rambut Gimbal

Yang pasti Festival Dieng tidak bakal lepas dari puncak acaranya, Ritual Pemotongan Rambut Gimbal di hari terakhir. Cuma pada tahun ini saya lebih memilih tidak ikut prosesinya dan memilih tidur hingga siang hahaha.

Anak berambut gembel adalah anak bajang titisan Eyang Agung Kaladate dan Nini Ronce selaku leluhur warga suku Dieng. Karena dianggap titisan dewa itulah, maka anak berambut gembel tidak boleh dipotong rambutnya secara sembrono (asal). Jika rambut anak gembel dipotong tidak melalui acara ritual yang khusus, maka si anak akan jatuh sakit dan dipercaya akan mendatangkan bencana bagi keluarganya – dieng.id

Tapi buat yang belum pernah ke acara Ritual Pemotongan Rambut Gimbal di Festival Dieng, kudu wajib kesana tahun depan. Ga nyesel deh sama acara ini. Salah satu ritual budaya yang unik buat di tonton.

Menikmati Lampion Waisak Dari Puncak Bukit

Acara pelepasan ribuan lampion Waisak di Borobudur adalah salah satu event yang ditunggu tunggu. Selain karena event yang menarik juga pasti foto fotonya Instagram-able. Dan sudah dipastikan pelataran Borobudur akan dipadati ribuan pengunjung setiap moment Waisak ini. Karena sudah tau bakal ramai, saya mencari alternatif lain.

Puncak Bukit!

Borobudur

Tapi bukan Bukit Punthuk Setumbu yang baru saja lebih tersohor gara gara jadi salah satu destinasi di film AADC2. Ga kebayang deh untek-untekan nya Punthuk Setumbu kemarin saat Waisak :))

Saya memilih bukit di sebelahnya, Bukit Purwosari.

Bukit Purwosari

Bukit Purworsari atau yang sebelumnya dikenal sebagai Bukit Cemuris, berada disebelah Bukit Punthuk Setumbu atau persisnya ada di utaranya. Lokasi menuju kesana memang agak susah karena informasi yang sedikit yang didapat tentang lokasi ini. Sebenarnya cukup menuju arah Gereja Burung lalu terus saja, dan jangan lupa aktifkan GPS (Gunakan Penduduk Setempat). Saya pun sempat kesasar, padahal mata kuliah pemetaan dulu dapet A lho 😐

Oh ya, kalau berangkat saat malam hari kudu hati hati, apalagi setelah hujan turun. Jalanan yang sebagian besar masih berupa tanah dipadatkan, cukup licin. Selain itu yang kanan kiri kebun yang nyaris mirip hutan.

Pertama yang harus kamu lakukan untuk menuju ke Bukit Purwosari adalah menuju Gereja Burung, lalu baru tanya penduduk setempat arah menuju Bukit Purwosari. Bahkan, beberapa penduduk setempat pun yang saya tanyai tidak tau apa itu Bukit Cemuris atau Bukit Purwosari.

Konon ada 3 rute menuju bukit ini, melalui gerbang Bukit Purwosari, melalui Gereja Burung dan melalui jalur Bukit Punthuk Setumbu.

5000 Lampion

 

 

Tahun ini konon panitia Waisak menerbangkan 5000 lampion yang termasuk dalam rangkaian acara Waisak di Borobudur. Kalau saya amati sih, memang ada kayaknya 5000 lampion yang diterbangkan. Sayang sekali, ketika lampion mulai diterbangkan, kabut cukup tebal menutupi disekitar Borobudur.

Alternatif Sunrise Borobudur

Borobudur Sunrise dan Punthuk Setumbu sudah terkenal seantero Indonesia sebagai spot untuk menikmati sunrise di Borobudur. Apalagi sejak munculnya film AADC2, tambah mbludag aja Punthuk Setumbu. Bukit Purwosari ini bisa sebagai salah satu alternatifnya. Yang mana lokasinya jauh relatif sepi dibandingkan 2 tempat tersebut.

 

Festival Dieng, Kenapa Kamu Harus Datang

pesta-lampion-festival-dieng

Pesta Lampion Festival Dieng
photo: phinemo.com

Salah satu festival budaya tahunan yang paling keren menurut saya adalah event Dieng Culture Festival, atau Festival Dieng. Tahun ini adalah tahun ke 7 perayaan Dieng Culture Festival. Kalau tidak lupa, saya selalu datang ke acara ini sejak Festival Dieng ke-4. Mulai dari yang masih sepi nyenyet, sampai mbludak kayak sekarang ini. Tahun lalu saja ada sekitar 200.000 pengunjung memadati semua area Dieng Culture Festival. Saat itu yang menarik perhatian saya di event ini cuma ada 3; ritual pemotongan rambut gimbal, pesta lampion, dan sunrise bukit sikunir.

Bedanya, sekarang ini lebih banyak hal menarik di Dieng Culture Festival ini, selain romantisme sunrise di bukit Sikunir dan nerbangin lampion di dataran tertinggi pulau Jawa, banyak destinasi keren yang mulai di buka beberapa tahun terakhir ini.

Festival Dieng Di Musim Kemarau

Festival Dieng ini selalu diadakan di musim kemarau sekitar Juli hingga Agustus, yang mana suhu di Dieng saat itu sedang dingin dingin-nya, bahkan sampai minus 2-4 derajat cellcius. Kalau saya, tidak disarankan untuk ngecamp disana ketika Festival Dieng atau di musim musim kemarau, meskipun oleh panitia Festival Dieng sudah di sediakan camp ground. Pilihlah homestay jauh jauh hari sebelum hari H, karna kalau mendadak, biasanya sudah penuh di booking calon pengunjung. Jadi, kamu bisa merasakan sensasi tinggal di daerah dengan suhu minus. Keren kan 😀

festival dieng beku

Fenomena Embun Beku di Dieng, atau disebut juga Bun Upas photo: pesonadieng.com

camp ground

A post shared by Hasta Bernad Satriani (@bernadsatriani) on

Pesta Ratusan Lampion Festival Dieng

Hampir sama dengan event pesta lampion Waisak di Borobudur, hanya saja di Festival Dieng kita menerbangkan ratusan lampion secara bersamaan di tanah lapang di suhu mendekati minus dan berada di dataran tertinggi di Pulau Jawa. Buat yang berpasangan, bisa sambil gandengan atau pelukan di tengah keramaian lho. Gimana gak romantis, apalagi pas cuaca cerah dan langit beratapkan ratusan bintang :))

pesta-lampion-dan-kembang-api

Pesta Lampion dan Kembang Api
photo: doc berkelana.net

Destinasi Wisata Yang Instagramable

Kawasan Dieng ini memang isinya banyak wisata alamnya. Kalau datang ke Festival Dieng jangan lupa mengunjungi tempat tempat seperti Telaga Warna, Sunrise Puncak Bukit Sikunir, Telaga Cebong, Museum Kaliasa, Dieng Theatre, Bukit Ratapan Angin, Kawah Sikidang. Bahkan bisa mengeksplor lebih jauh ke daerah Dieng Wetan.

Batu Ratapan Angin

Kamu bisa pamer foto begini :))
photo: doc pribadi

 

Menikmati Kuliner Khas Dieng

Kawasan Dieng juga punya kuliner khas, yaitu Mie Ongklok. Biasanya dinikmati barengan sama sate sapi. Pertama kali denger istilah Mie Ongklok, saya kira ini semacam makanan khas Cina, atau Tiongkok :)) Oh ya, kawasan Dieng ini juga penghasil kentang. Jangan lewatkan untuk sarapan kentang goreng disana.

Ada juga yang namanya minuman Purwaceng, fungsinya semacam ekstra joss gitu deh. Untuk oleh oleh, bisa nyobain Carica. Dan di sekitaran kawasan wisata Dieng, banyak warung yang jual carica dalam kemasan oleh oleh.

Ritual Pemotongan Rambut Gimbal

Ini adalah puncak acara dari Dieng Festival. Biasanya acara ritual ini diadakan di hari terakhir. Karena tahun ini Festival Dieng berlangsung 3 hari dari tanggal 5 s/d 7 Agustus, maka acara ritual ada di tanggal 7 Agustus. Atau untuk agenda acara bisa di lihat di website resmi Festival Dieng.

Jadi di Dieng itu pasti ada anak yang berambut gimbal, dan memang harus di potong supaya setelah itu rambutnya tumbuh normal. Biasanya si anak akan meminta sesuatu sebagai imbalan. Bahkan generasi keturunan dari tanah Dieng ini, meskipun sudah keluar dari wilayah Dieng, anak keturunannya sangat mungkin masih mewarisi rambut gimbal.

Upacara Pemotongan Rambut Gimbal Festival Dieng

Upacara Pemotongan Rambut Gimbal Festival Dieng
photo: doc berkelana.net

Jadi gimana? Udah tertarik untuk datang ke acara Festival Dieng 2016 nanti? Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan untuk kesana. Yang pasti karena lokasinya cukup jauh dan terpencil harus melewati jalan yang bekelok dengan kanan kiri bukit dan jurang, lalu transport hanya bisa melalui darat non kereta, kamu bisa membawa kendaraan sendiri atau menyewa layanan mobil dan drivernya.

Paling enak memang ikut penyedia jasa trip. Biasanya para jasa trip atau agen tour yang membuka rute ke Festival Dieng ini sudah menyediakan semua keperluan dan kebutuhan. Mulai dari transport, penginapan dan tiket Festival Dieng-nya. Jadi ga perlu repot repot beli tiket, lalu booking ini itu lagi. Apalagi yang bingung cari penginapan disana, karena pengalaman saya setiap ke Festival Dieng, biasanya H-2 bulan itu homestay disana sudah booked.

Hanya saja, untuk penyedia jasa trip harus pilih yang nyaman, mulai dari transportnya, lalu apakah sudah include makan selama disana, lalu pilihan homestay-nya. Misal pilihan naik elf atau hiace, pasti lebih enak naik hiace kan? Trus homestay-nya lebih enak yang tiap kamar ada kamar mandinya sendiri dibanding kamar mandi barengan serumah. Kalau tertarik, bisa coba Paket Eksklusif Dieng Culture Festival dari Berkelana. Ya namanya paket eksklusif, kamu bakal dimanjain sama layanannya.

Lokasi Gereja Burung Di Film AADC 2

Udah pada nonton film AADC 2? Film yang banyak mengambil lokasi di Jogja, salah satunya di tempat kedai kopi tempatnya Pepeng. Nah dari lokasi lokasi ini yang menurut saya bakal jadi tempat ngehits bagi para traveler itu adalah di Gereja Burung di Magelang.

Gereja Burung

Sejarah Gereja Burung

Ada yang menyebutnya Gereja Burung, Geraja Ayam atau Gereja Merpati. Tapi biasanya oleh warga sekitar disebut Banyak Angkrem atau Angsa Mengeram. Gereja ini pertama kali dibangun oleh Daniel Alamsjah, yang berasal dari Jakarta. Konon Daniel Alamsjah mendapat pesan dari Tuhan untuk membuat rumah ibadah dengan merpati. Pada tahun 1989 saat perjalanan ke Magelang–kota tempat asal istrinya, melihat pemandangan perbukitan yang sama dengan yang ada di mimpinya.

Setahun kemudian dia membeli tanah disana seluas 3000 meter persegi dengan harga sekitar 2 juta. Pembayarannya pun di cicil hinggal lunas sampai 4 tahun selanjutnya. Hanya saja karena keterbatasan biaya, terlebih saat krisis moneter 1998, bangunan itu berhenti pengerjaannya dan terbengkalai sampai sekarang.

Konon, bangunan itu juga sempat jadi tempat rehabilitasi untuk terapi anak cacat, pengguna narkoba, dll.

Bangunan gereja ini cukup besar, yang mana juga terdapat ruang bawah tanahnya. Ada banyak ruang di gereja ini, di ruang bagian atas yang luas itu digunakan sebagai aula, sedangkan ruang bawah tanahnya berfungsi sebagai kamar tidur dan kamar mandi. Total ada sekitar 15 kamar di ruang bawah tanah.

Lokasi Gereja Burung

Rute ke Gereja Burung searah ke Bukit Punthuk Setumbu sekitar 2,5 KM dari candi Borobudur, lebih tepatnya lokasi ini terletak di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Magelang.

Untuk menuju kesana, dapat menitipkan motor di rumah warga dengan membayar uang parkir 2000 rupiah. Bedanya, saat saya kesana sekitar 2 tahun lalu, belum ada retribusinya, tapi sekarang ini untuk masuk ke Gereja Ayam dipungut 5000 rupiah untuk setiap pengunjung.

Setelah memarkir kendaraan, harus mengikuti jalan bebatuan menanjak yang kemiringannya cukup curam. Dan hanya dalam waktu 5 menit berjalan, kamu sudah dapat melihat bangunan Gereja Ayam. Cukup disayangkan kalau bangunan ini tak lepas dari aksi vandalisme terhadap bangunan gereja. Terdapat coretan pilox disana sini bahkan dengan kata kata seronok dan gambar cewek telanjang. Ga heran, kesan angker dan singup muncul dari bangunan ini.

Sekedar Review AADC 2

Ngomongin tentang film AADC 2, sangat disayangkan Rangga ga ngajakin Cinta buat extend sehari lagi dan nginep bareng. Padahal hampir 24 jam jalan bareng lho 😐

Foto Foto Sonya Depari, Ternyata Cantik Ya

Saking bengongnya mau ngapain setelah lembur semaleman, iseng baca berita tentang Sonya Depari. Ternyata adek SMA ini lucu juga ya, cek aja :))

Continue reading

Mengejar Gerhana Matahari Total Di Ampera #WonderfulEclipse

Gerhana Matahari Total #Palembang #travel #iPhone6s #iphonesia #GMT2016

A post shared by Hasta Bernad Satriani (@bernadsatriani) on

 

Harusnya keren kalau judulnya cukup “Mengejar Matahari” saja biar kayak lagunya Ari Lasso. Berlanjut dari postingan sebelumnya, kali ini saya ngetrip ngajak @rasarab lagi. Karna menurut jadwal, gerhana akan di mulai pada pukul 6.20 WIB di tanggal 9 Maret, dan gerhana matahari totalnya (GMT) dimulai pukul 7.20 WIB, saya-pun pasang alarm di 5.00. Walaupun saya sudah yakin engga akan dapat spot yang pas disana, makanya saya engga berangkat di jam 4 pagi seperti kebanyakan orang. Di tambah, saya engga bawa perlengkapan tempur kamera dan sejenisnya.

Lautan Manusia Sepanjang Jembatan Ampera

Betul juga! Saya lihat bejubel manusia dengan kecepatan 0,001 KM/jam menaiki tangga menuju Jembatan Ampera. Belum lagi jika sampai di atas masih harus berdesakan.

 

Saya putuskan untuk berjalan menuju dermaga point mencari spot yang lebih baik. Dan ternyata sama saja 😐

Beberapa saat saya berada disana dan bepikir, GMT pun masih cukup lama, mending ke KFC dulu dan sarapan disana. Syukur kalau bisa dapet tempat duduk di tepi luar, kan bisa langsung liat ke arah Jembatan Ampera. Ditambah, saat itu langit mendung, terutama di sisi timur dan prediksi saya bakal zonk kalau mau lihat GMT

Berawal Dari Perangko

Saya tahu GMT sebenarnya sudah sejak kecil. Berawal hobi koleksi perangko sejak SD, saya mempunyai koleksi perangko edisi gerhana matahari total terbitan tahun 1983. Saat itu saya penasaran dan saya tanyakan ke Bapak seperti apa rasanya kalau terjadi GMT. Kata beliau, langit gelap hampir seperti malam. Rasa penasaran ini yang tersimpan bertahun tahun lamanya 😀

Bukan karna pengen lihat bentuk matahari yang seperti cincin, tapi lebih penasaran gimana sih di pagi/siang hari bisa tiba tiba gelap seperti malam. Momen ini yang sangat susah di cari, terbukti harus menunggu puluhan tahun kemudian sampai Indonesia terlewati GMT lagi.

Zonk ?

Bisa di bilang iya, bisa engga. Tapi memang sialnya, hanya kota Palembang yang mataharinya tertutup awan mendung :))

Konon ada yang jauh jauh dari Jepang dan kecewa karna kondisi pagi itu cuaca mendung. Tapi beruntungnya, karena lokasinya di Jembatan Ampera, jadi selain mencari GMT, para pengunjung bisa menikmati landscape nya Ampera dan sungai Musi-nya

Suasana Ampera sebelum Gerhana Matahari Total

Bagi yang berniat buat nonton Gerhana Matahari Total selanjutnya (selamat menunggu puluhan tahun lagi) di Palembang, lebih baik booking hotel / penginapan yang dekat dengan Ampera. Paling engga bisa di capai dengan berjalan kaki. Kalau kamu berniat untuk memmotret gerhana, datanglah jam 4 pagi, kemudian cari spot di KFC Ampera. Kenapa KFC? Kamu bisa duduk sambil makan sembari menunggu munculnya GMT.

24 Jam Di Palembang

Ini ke lima kalinya saya menginjakkan kaki di pulau Sumatera, dan pertama kalinya di kota Palembang. Dan hanya Pempek serta Jembatan Ampera yang saya tau dari kota ini. Saya juga baru tau ada destinasi lain seperti Benteng Kuto Besak, dan Pulau Kemaro itu ketika merencanakan untuk pergi ke Palembang dalam rangka nonton Gerhana Matahari Total (GMT) 😀

Bisa di bilang trip kali ini sungguh selo, karna saya mendadak dan hanya dalam waktu kurang lebih 24 jam. Saya memutuskan memanfaatkan waktu 24 jam ini untuk mengunjungi Jembatan Ampera dan kulineran.

Ampera dari sungai Musi #Palembang #iphonesia #travel #iPhone6s

A post shared by Hasta Bernad Satriani (@bernadsatriani) on

 

Sudah lupa kapan terakhir di foto #Palembang #travel Captured by @innertha

A post shared by Hasta Bernad Satriani (@bernadsatriani) on

 

Transportasi

Landing dengan delay sekitar 30 menit di Bandara Internasional Sultan Mahmud Baddarudin II, yang kemudian lanjut menuju kota dengan menyarter mobil avanza yang di tawarkan mas mas di bandara. Kenapa milih dengan mobil? Jika di hitung menggunakan Bus Damri, per orang sekitar 75.000. Dan saya berdua dengan teman, jadi total 150.000. Nah, sedangkan sekali gas pakai mobil cuma 100.000 itu pun saya tawar jadi 90.000.

Alternatif lain untuk mengelilingi kota, saya menggunakan jasa ojek online, sebut saja GOJEK 😀 Saya sengaja tidak memilih angkutan kota ataupun becak, karena saya sendiri tidak paham rute angkotnya. Mungkin jauh lebih murah, tapi bisa saja jarak tempuh jadi lama. Becak? Harga pasti ya lebih mahal dari GOJEK, sama halnya dengan di kota kota lain. Sedangkan GOJEK, dengan tarif yang kita sendiri sudah bisa mengkalkulasinya. Oh ya, sekali perjalanan dengan GOJEK, antara 10.000 hinggal 14.000

Penginapan

Saya mencari penginapan yang murah dan cukup dekat dengan lokasi Jembatan Ampera. Tapi kenyataannya, lumayan jauh juga sekitar 3 KM dari Ampera. Saya menginap di Belvena Hotel dan memesan melalui Traveloka, yang ternyata sekarang berganti nama jadi Vehotel. Cukup murah sekitar 200.000, hanya saja kurang recommended menurut saya.

Kuliner

Hasil rekomendasi seorang kawan dan dari hasil googling, saya memilih untuk mencoba makan siang di Pempek Beringin di Jl Lingkaran I. Ternyata Pempek Beringin ini salah satu yang terkenal di Palembang dan mempunyai banyak cabang, termasuk di dalam Bandara. Harga pun masih masuk akal. Untuk seporsi pempek campur (isi 10) dikenai 40.000

Untuk paket oleh oleh pun banyak pilihan harga, dan saya ambil yang pake 200.000

IMG_3395

Older posts

© 2017 Sekedar Catatan

Theme by Anders NorenUp ↑