Situs Ticket Box Palsu Konser Bon Jovi

Menurut berita dari website Rolling Stone Indonesia yang di publish hari ini (2/9/15) tentang situs ticket box palsu (baca: disini), lalu saya penasaran menuju situs yang di maksud di http://ticketbonjovi.com/bonjovi-live-in-jakarta dan ternyata masih online. Berdasar berita dari Rolling Stone Indonesia, total kerugian mencapai 100 juta rupiah dari 27 pembeli yang tertipu. Akhirnya saya penasaran untuk menelusuri situs tersebut.

Tercatat, menggunakan privacy protect domain, dan baru terdaftar pada tanggal 24 Juli 2015. Sedangkan hostingnya berada di downtownhost.com berdasar dari name servernya. Nomor telp yang ditampilkan di website adalah 021-40797979 dan sepertinya palsu.

Tampaknya ini website sudah mengalami perubahan desain, terlihat dari cache nya terpublish nama Customer Care nya,

1. Hari Pratomo
2. Kurlina Eswanti
3. Juno Nurkolis
4. Intan Sirtantu

Berdasar data tersebut, saya mendapatkan informasi alamat Waru Sidoarjo Jawa Timur, dan nomor HP 03170749170. Selanjutnya di info lain, mendapatkan info Ruko Perum. Mutiara Citra Asri Blok E1 No. 4 Sumorame, Candi, Sidoarjo. Dan beberapa dari nama tersebut terlibat dalam website http://ppdb.smkn1jtb.sch.id

Oh ya, halaman login adminnya berada di http://www.ticketbonjovi.com/adminT/user/login dan website ini dibuat menggunakan framework Laravel serta menggunakan SximoBuilder, dan (mungkin) menggunakan shared hosting, terlihat dari path directory berada di /home/ticketbo/public_html

Dari beberapa informasi yang didapat, sepertinya sekumpulan ini adalah penyedia layanan pembuatan website dan penyedia hosting.

 

Festival Kesenian Yogyakarta 2015

FKY atau Festival Kesenian Yogyakarta yang tahun ini sudah memasukin tahun ke 27. Sebuah agenda kesenian tahunan yang masih bisa bertahan hingga kini. Tahun ini, FKY untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kompleks Taman Kuliner, Condong Catur yang berlokasi di Kabupaten Sleman. FKY tahun ini berlangsung dari 19 Agustus sampai 5 September, dan yang pasti saat saya berkunjung tanggal 23 Agustus kemarin, pengunjung yang datang jauh lebih banyak dari tahun tahun sebelumnya.

Sampai tahun ke 27 ini, FKY dapat dibilang sukses mempertahankan eksistensinya tanpa harus menurunkan kualitas

infofky

Dirugikan Puluhan Juta Oleh IndiHome, Ini Kronologinya

Sebenarnya kasus ini sudah terjadi hampir 2 bulan lalu, dan sudah saya lupakan. Tapi tiba tiba muncul invite game di LINE saya.

Jadi begini, beberapa bulan lalu saya berencana untuk menyewa kantor baru bersama 2 orang kawan. Setelah menemukan beberapa alternatif pilihan rumah sewa, saatnya memilih lokasi yang terlewati jaringan fiber optik IndiHome. Dan kebetulan yang sangat, tanggal 29 Juni, rumah saya mendapat surat dari Telkom yang isinya adalah pemberitahuan bahwa lokasi rumah saya sudah tersedia layanan IndiHome.

Amplop surat dari Telkom

Di surat tersebut tercantum nama dan kontak petugas IndiHome, dan dapat dihubungi melalui telp/SMS/WhatsApp dengan nomor 085 601 915 450 a/n Ibu Kurnia. Begitu teringat ada surat tersebut, pada tanggal 30 Juni saya langsung catat, simpan dan telpon beliau. Saat saya hubungi via telp, (mungkin) kebetulan yang angkat adalah cowok (lho?) yang katanya adalah asisten lapangan dari Ibu Kurnia. Setelah menanyakan ini itu, pertanyaan saya lanjutkan melalui pesan teks dengan maksud untuk mengirim alamat calon kantor saya yang katanya akan di survey oleh beliau. Sekedar informasi, saya belum akan menyewa rumah sebagai kantor jika belum bisa memastikan bahwa calon kantor tersebut tercover jaringan fiber optik.

Surat pemberitahuan dari Telkom beserta informasi kontaknya

Surat pemberitahuan dari Telkom beserta informasi kontaknya

Oh ya, pesan teks saya tadi dibalas menggunakan nomor lain, yaitu 0811 264 2224. Pada tanggal 2 Juli saya menghubungi mas mas yang saya tidak tahu namanya itu melalui pesan teks, untuk memastikan apakah calon kantor saya sudah di survey dan apa benar sudah tercover jaringan fiber optik milik IndiHome. Setelah mendapat kepastian dan jawaban positif dari mas itu, saya langsung menghubungi pemilik rumah dan melakukan pembayaran lunas pada tanggal 3 Juli. Pada hari yang sama, saya meminta mas petugas itu datang ke kantor saya yang baru untuk mengurus pendaftaran pengguna baru IndiHome.

Mas petugas datang sekitar jam 2.30 dan sayangnya saya ada meeting jam 3 sorenya, jadi urusan pendaftaran saya serahkan pada teman saya, biar mereka saling bertukar nomor untuk memudahkan pengurusan pelanggan. Kami hanya dikasih (yang katanya) surat kontrak berlangganan IndiHome tanpa ada penulisan nama dan tanda tangan yang harus di isi. Oh ya, kami juga sudah melakukan pengisian data pada formulir pendaftaran yang disertai materai, sayangnya formulir ini memang harus dibawa kembali oleh petugas.

Surat kontrak halaman depan

Surat kontrak halaman depan

Surat kontrak halaman belakang

Surat kontrak halaman belakang

2 hari setelahnya, teman saya yang mendaftar kemarin itu mendapat telp dari Telkom bahwa di area kantor saya belum tercover jaringan IndiHome. Langsung saja dia sms petugas kemarin dan minta penjelasan, tapi jangankan penjelasan, pesan balasanpun tak terbalas hinggal kini :(

Begitu saya mendapat kabar tersebut, mencak mencak-lah saya, langsung saya telp si petugas dan kebetulan diangkat. Mungkin karna petugas tersebut sudah menyimpan nomor teman saya, tapi tidak menyimpan nomor saya. Begitu dia angkat, saya langsung ngomel panjang lebar yang intinya minta pertanggung jawaban, dan dari nada suaranya, si petugas sedang panik dan bilang akan di cek ulang. Dan saya tunggu berhari hari hinggal tanggal 11 Juli (sms terakhir saya ke beliau) tidak ada respon apapun dari si mas petugas ini. Kesalahan adalah saya tidak pernah menanyai nama beliau.

Tanggal 13 Juli kami komplain ke Plasa Telkom di Kotabaru dan diterima oleh CS bernama Mas Dwi yang lagi lagi pihak Telkom tidak bisa berbuat apa apa. Memang setau saya juga saat ini IndiHome menggunakan vendor luar sebagai pelayanan teknis dan non teknis nya. IMHO

Hampir seminggu setelah itu, saya mendapat angin segar dari seorang teman yang bisa membantu masalah ini, dan intinya saat ini kantor saya sudah terpasang IndiHome.

Berkat LINE

Jadi, akhirnya saya tau kalau mas petugas itu bernama Bobby gara gara dia mengirim invite game LINE ke akun LINE saya. Saat itu saya masih menyimpan nomor yang saya dapat dari surat pemberitahuan Telkom atas nama Ibu Kurnia Indihome :))

Invite Get Rich di LINE

Invite Get Rich di LINE

Langsung deh saya cek profil akun LINE-nya, dan betul itu wajah mas petugasnya :)) Dan saya juga buka timeline profilnya dan bikin ngakak baca status statusnya :))

Profil petugas di LINE

Profil petugas di LINE

Status di timeline mas petugas

Status di timeline mas petugas

 

Oh ya, sekedar catatan kenapa saya sebut puluhan juta. Ya di hitung aja biaya sewa kantor dan renovasi ini itu

Penipuan Berkedok Fake Login, Masih Kah?

2 hari lalu, seorang teman menelpon dan menceritakan jika kartu kreditnya baru saja digunakan oleh orang lain untuk transaksi online. Usut punya usut akhirnya ketahuan dia pernah mendapat email scam berisi informasi bahwa telah memenangkan hadiah iPhone dari Apple. Ga perlu diragukan lagi kalau itu adalah email penipuan yang berujung Phising.

Isi email scam

Lalu saya cek email pengirimnya menggunakan domain my.apple.co.id.ltd dan ga perlu saya cek lagi kalau itu adalah email palsu. Siapapun bisa mengirim email dengan alamat email apapun,  seperti email [email protected] :))

Email pengirim

Kemudian saya telusuri lagi link yang ada di email tersebut dan mengarah ke halaman login Apple, sayangnya saat saya cek kembali, halaman tersebut sudah dihapus

Halaman fake login

Disitu terlihat domain utama smk-alazhar.sch.id, kemudian langsung saya cek melalui whois domain dan hasilnya adalah

Informasi domain

Nah, selanjutnya terserah mau dibawa kemana. Saya masih belum tertarik mencari informasi lebih lanjut

Nama Teman Itu Adalah Hamid

"Ruk Ruk". Begitu panggilan teman teman kepada Hamid. Untuk teman teman dari SMA 7 mungkin semua tau panggilan ini, Si Jeruk. Iya, saya ini satu sekolah di SMA cuma beda jauh angkatannya. Mungkin karna badannya bulat, jadinya dipanggil Si Jeruk yang sekarang mungkin lebih dikenal sebagai @hmd, @bocahmiring, @mukiyo, dan @duajanuari. Sekitar 10 tahun-an masa pertemanan saya dengan beliau hingga pada tanggal 20 Mei kemarin meninggalkan saya, kita, kalian, dan semua yang mengenal Hamid.

10 tahun bukan merupakan waktu yang singkat untuk sebuah pertemanan.  Dan selama itu kowe ki wes dadi konco, sahabat, sedulur, rekan kerja, konco curhatku.

Kerja Bareng

Iya, bisa dibilang saya pernah kerja bareng beliau bersama mas Yan Arief, bahkan sempat merintis usaha bareng selama lebih dari 2 tahun bareng @masbenx juga di daerah Jogja bagian selatan. Selama itu juga tiap hari ketemu, bahkan tidur sekasur di kantor karena pada males pulang, dan lebih suka di kantor yang internetnya cukup kenceng.

Panggilan Kesayangan?

Ga cuma Hamid yang punya banyak panggilan, beliau sendiri juga sering ngasih panggilan aneh ke beberapa temannya. Misal saya "dyx", "dugong" untuk @melissanfani, "tigor" untuk @aditsme, "sastro" untuk Agil, "Gali KAI" untuk @faridstevy dan beberapa untuk teman dekat lainnya. Bahkan pernah ngasih panggilan agak aneh ke mantannya (saat itu masih jadi pacar) yang ga bisa saya sebutkan namanya disini. Kelingan tragedi pizza hut, Mid? :))

Penghubung Pertemanan

Awal pertemanan ini sejak kelas 2 SMA, yang mana Hamid adalah alumni yang masih sering main ke sekolah. Karena hobi IT pada saat itu, saya dikenalkan oleh beliau melalui Wisnu @layangkangen, teman saya sejak kelas 1 SMA. Karna punya ketertarikan dengan dunia IT, klop lah kami dan semakin dekat ketika kelas 3 SMA.

Dari Hamid lah saya mengenal Koh @AfitHusni yang kemudian berlanjut ke dalam komunitas Jogtug. Sejak itu, melalui beliau saya mengenal orang orang hebat lainnya baik di Jogja maupun Jakarta. Pernyataan ini pun di iyakan oleh banyak teman yang cukup lama mengenal Hamid.

Oh ya, beliau juga yang menghubungkan beberapa orang aktivis online yang akhirnya sempat terbentuk Jogja Onliners, dan hinggal kini saling meluas lagi pertemanan di Jogja. Iya, awalnya karena Hamid dan Arga.

Pertanda

Ga ada yang nyangka dengan kepergian Hamid. Yang pada akhirnya sempat beberapa dari teman teman seperti Mbak Kiky, Baba @rasarab dan termasuk saya berpikir lagi. Seminggu terakhir sebelum kepergiannya, Hamid sering banget ngumpul atau srawung bareng temen temen. Seperti cerita Baba yang katanya dia dateng ke kantor Babaran dan nungguin Baba sampai bangun hingga siang, dan itu berlangsung hampir tiap hari. Lalu ketika dia ikutan nongkrong bareng anak anak Sewu Trip ke acara Festival Bango, yang sebenernya sangsi kalau Hamid mau dateng. Hamid tipikal males di keramaian dan berpanas panas ria.

Belum lagi, check in dari Path temen yang menyertakan dia tiap malam nongkrong di angkringannya Arga. "Kok tumben tumben e yo Ba" kataku kepada Baba. Hamid padahal termasuk yang paling males kalo harus ke utara (sleman) apalagi malam hari, kecuali untuk suatu keperluan.

Kesederhanaan, Idealis, Ngeyelan

Satu hal yang paling saya ingat dari seorang Hamid adalah kesederhanaannya. Selain idealis dan ngeyelannya dia. Satu kalimat dari Hamid yang pernah disampaikan untuk saya sekitar 1,5 tahun lalu :

Nek kowe wes gede, ojo lali

Yang artinya, kalau kamu sudah besar (sukses), jangan lupa (sama yang di bawah). Kalimat ini pernah juga saya teruskan dan sampaikan kepada beberapa teman terdekat seperti Baba dan @banumelody (kalo ga lupa).

Seperti cerita dia tentang beberapa kerjaannya sebelumnya, dia lebih memilih keluar daripada merepotkan orang lain atau daripada bikin ga enak orang lain. Hamid itu memang ngeyelan, ngeyel dari banyak hal. Saya, Tigor, Baba sampai geleng geleng kalo beliau udah begitu :))

Sempat kemarin saya bilang ke Melissa kalau saya kangen pagop pagop-an bareng Hamid. Iya ,saya sebenarnya lumayan sering adu argumen sama beliau, terlebih dalam hal idealisme.

Jodoku Piye?

Itu pertanyaan yang sering dilemparkan ke saya begitu selesai sesi obrolan, atau tanya "bar iki enak e ngapa ki?" Karna saking dekatnya dengan beliau, selain cerita tentang keluarganya, dia juga cerita tentang kisah cintanya yang kadang masih suka bikin galau dan beberapa kisah cintanya yang masih saya rahasiakan hingga kini. Ealah awak gede kok galau tho, Mid Mid :))

Sekarang Hamid secara sudah mendahului kita. Bukan hanya badannya yang lebar, tapi hatinya juga lebar. Bahkan mungkin karna badannya lebar, itu yang bikin saya dan teman teman susah melupakannya.

Sing tenang yo Mid, saiki rasah mikir duniawi meneh. Jodomu wes digolek e Gusti neng kono. Neng kono luwih indah seko Banda Neira. Kowe tetep guruku sak lawase. Salah siji uwong sing tak anggep paling pinter.

Suatu saat, kita blah bloh lagi di sana ya :')

Makeup Challenge, bagaimana menjadi zombie dengan bahan sederhana.

3

Booth kreatifitas yang berada di Taman Budaya Yogyakarta dalam serangkaian acara kolaborasi Lingkar Alumni Indie Movie dengan  Jogja NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2014 , selalu diwarnai hal baru. Sehari sebelumnya diisi dengan casting challenge, pada hari ini (3/12/14) , ada Make up challenge dan diisi oleh departement art , crew film Urbanis Apartementus .

Dalam produksi film, makeup menjadi bagian dari departement art yang cenderung dikesampingkan , apalagi dalam film pendek. Dengan alasan, yang di capture dalam film adalah kegiatan-kegiatan nyata dan berada di sekitar kita , sehingga pembuat film ingin terkesan natural . Padahal, pada kenyataanya makeup harus mampu membantu divisi art untuk menghidupkan sebuah karakter di dalam visual.

Menjawab permasalahan dari hampir setiap produksi film alternatif berbudget murah, yakni disisi makeup , Makeup challenge ini memanfaatkan makeup murah dan sangat mudah didapatkan . Tinggal bagaimana cara menggunakannya saja.

(more…)