Sejarah John Doe

Pernah lihat tulisan “John Doe” di sebuah website? Biasanya kata “John Doe” dipakai sebagai nama pada contoh website atau dummy website, misal “Hey, I’m John Doe. A Web Developer blablabla”. Mungkin hampir sama fungsinya dengan lorem ipsum yang juga banyak dipakai sebagai dummy website.

Padahal John Doe bukanlah nama seorang pengembang web ataupun seorang yang berpengaruh di bidang website. Sebenarnya nama John Doe sendiri dipakai di Amerika bagi seseorang yang tidak dikenal identitasnya. Jika pria diberi inisial John Doe, sedangkan wanita dengan inisial nama Jane Doe, dan jika masih bayi diberi inisial nama Baby Doe.

Sedangkan asal mula nama John Doe sendiri berasal dari peristiwa pembunuhan Presiden Amerika, McKinley pada 6 September 1901. Pembunuhnya bernama Leon F. Czolgosz yang sehari sebelum pembunuhan, dia menginap di Riggs House Hotel. Dan di hotel tersebut, dia menggunakan nama samaran John Doe.

Dan sampai sekarang, tiap orang yang belum dikenal identitasnya, orang Amerika menyebutnya dengan John Doe.

Lingkar Alumni Indie Movie , turut berpartisipasi dalam Jogja Netpac Asian Film Festival 2014

2

Seperti semangat yang diusung oleh Lingkar Alumni Indie Movie, untuk selalu menggerakkan calon generasi baru  perfilman indonesia, melalui workshop dan keterlibatan-keterlibatan dalam berbagai macam giat-giat perfilman secara intensif . Setelah Movie day, alumni-alumninya berkesempatan untuk turut andil dalam Indiemovie goes to cinema .

Lingkar Alumni Indie Movie goes to cinema, diawali dengan pembuatan film “Isyarat” pada 2013 , dan dilanjutkan dengan produksi “Urbanus Apartementus” oleh angkatan selanjutnya . Sebagai bentuk nyata , memberikan sumbangsih bagi perkembangan film Indonesia.

Continue reading “Lingkar Alumni Indie Movie , turut berpartisipasi dalam Jogja Netpac Asian Film Festival 2014”

Pemutaran Urbanis Apartementus dan reuni Lingkar Alumni Indie Movie

a

Setelah diputar di Bali International Film Festival (Balinale 2014) , beberapa bulan yang lalu, kali ini Urbanis Apartementus kembali dipertontonkan pada masyarakat luas. Bekerjasama dengan Jogja NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2014, pada 4 desember 2014, Urbanis Apartementus lolos sebagai karya dalam slot program Special screening. Dalam kurun waktu berturut turut dua tahun terakhir ini, Lingkar Alumni LAIM dan JAFF aktif bekerjasama. Debut film perdana alumni LAIM di tahun lalu yang berjudul  Isyarat , dan merupakan film omnibus juga menjadi bagian dari program di JAFF 2013.

JAFF, merupakan festival film alternatif yang berlokasi di Yogyakarta , digagas semenjak 9 tahun yang lalu dan rutin diadakan setiap tahunnya. Mengkhususkan diri pada perkembangan film alternatif di Asia . Dan menjadi salah satu lokasi reuni filmmaker film alternatif setiap tahunnya.

Continue reading “Pemutaran Urbanis Apartementus dan reuni Lingkar Alumni Indie Movie”

NOKNjam X Farid Stevy

Begitu tau bakal ada NOKN edisi Farid Stevy, langsung DM Bayu untuk booking, karna NOKNJam X Farid Stevy ini limited hanya 65 set saja. Dan semua keuntungan dari penjualan ini akan digunakan untuk membuat 100 tas sekolah yang akan diberikan kepada 100 anak SD dari keluarga kurang mampu.

Ngomongin tentang NOKNBag sama saja ngomongin tentang inovasi, dan ngomongin tentang Farid Stevy berarti ngomongin tentang karya seni. Sekali lagi saya tertarik dengan custom patches-nya.

patches-1024x482
Patches

Oh ya, dan saya beruntung mendapatkan NOKJam urutan ke 3 😀

photo 3

Bagi yang penasaran, silahkan cek langsung ke TKP

Yogyakarta Berhenti Nyaman (?)

Sebagai orang Jogja, saya mungkin cukup heran dengan postingan di social media mengenai beberapa berita yang mungkin negatif tentang Jogja.  Mulai dari hashtag atau tagline “Jogja Ora Di Dol”, yang awalnya merupakan bentuk protes tentang pembangunan yang bisa di bilang sangat pesat di Jogja. Mulai dari banyaknya Mall, Hotel dan Apartment yang secara langsung berimbas pada macetnya jalanan di Jogja. Belum selesai perkara hotel, beberapa bulan lalu dan baru baru ini muncul tagline “Jogja Asat” yang sampai dibuat mural di Jembatan Kewek pada 2 Oktober lalu yang konon sekarang sudah dihapus.

Sepertinya ini bentuk protes atas kegelisahan warga kota yang kekeringan air sebagai dampak banyaknya pembangunan Hotel dan Mall di kota Jogja. Pasalnya, banyaknya pembangunan ini membuat air tanah di kota Jogja semakin menurun dan surut.

Continue reading “Yogyakarta Berhenti Nyaman (?)”

Sekelumit Cerita Buruh Rokok Hingga Petani di Negeri Tembakau

Sekitar bulan September lalu, tiba tiba mendapat tawaran dari Komunitas Kretek untuk mengikuti serangkaian acara #WisataKretek yang sebenarnya juga dalam rangka memperingati Hari Kretek yang jatuh pada tanggal 3 Oktober. Wah cocok ini pikir saya, bisa sekalian piknik juga. Selama 4 hari itu dikenalkan mengenai kretek, mulai dari penanaman, produksi hinggal beberapa hal di yang berkaitan dengan petani tembakai di Temanggung dan buruh pabriknya di daerah Kudus.

Tapi disini ada hal yang membuat saya tertarik, lebih mengenai cerita dari para buruh pabrik rokok di Kudus dan para petani tembakau di Temanggung. Mulai dari perihal gambar seram yang ada di bungkus rokok, yang banyak menuai protes bukan hanya konsumen, tapi parah buruh pabrik yang menggantungkan hidup mereka dari sini.

Continue reading “Sekelumit Cerita Buruh Rokok Hingga Petani di Negeri Tembakau”